Kisah Nabi Luth AS beserta Mukjizat nya
8. Luth AS
Nabi Luth AS adalah kemenakan Nabi Ibrahim AS. Ketika Nabi Ibrahim AS
berhijrah dari kota Harran menuju Palestina bersama istri dan para
pengikutnya, Luth bin Harun ikut bersama mereka.
Ibrahim bersama Luth kemudian menuju Mesir di saat musibah kelaparan
melanda Palestina. Setelah musibah itu mereda, mereka kembali dari Mesir
dengan membawa ternak yang diberikan raja Mesir kepada mereka.
Berhubung padang rumput yang ada tidak mencukupi bagi ternak yang banyak
itu, maka sering timbul pertikaian antara gembala-gembala Ibrahim dan
gembala-gembala Luth.
Untuk mengatasi pertikaian ini, Ibrahim kemudian menawarkan kepada Luth
memilih tempat lain untuk menggembalakan ternaknya. Luth memilih
Yordania, dimana disana terdapat dua kota, yaitu Sadum dan Gomorrah, dan
Luth menetap di kota Sadum.
Moral penduduk kota Sadum luar biasa rusaknya. Mereka melakukan berbagai
kejahatan, seperti merampok, berzina, dan yang paling parah dan belum
pernah dilakukan oleh seorang pun di antara anak-anak Adam, mereka
memuaskan nafsu seksual dengan sesama jenis.
Nabi Luth AS berdakwah untuk memerangi kezaliman itu. Namun ia tidak
berhasil, bahkan istrinya termasuk orang yang melakukan penyimpangan
kaumnya itu.
Kebiadaban kaum Luth AS digambarkan dalam Al-Qur'an surat Al-Ankabût: 28-29.
Beberapa malaikat menuju Sadum
Nabi Luth AS kemudian berdoa kepada Allah SWT agar kaumnya diberi azab.
Menurut Nabi Luth AS, itulah satu-satunya cara untuk membasmi umatnya
agar akhlak yang rusak itu tidak menyebar ke umat-umat di wilayah lain,
disamping sebagai pelajaran bagi umat di sekelilingnya.
Doa Luth terkabul. Beberapa malaikat datang ke rumah Ibrahim AS sebagai
tamu yang menyamar dalam bentuk pemuda-pemuda. Mereka memberitakan pada
Ibrahim bahwa mereka akan membinasakan penduduk Kota Sadum disebabkan
pembangkangan mereka terhadap Nabi Luth AS dan perbuatan-perbuatan keji
mereka.
Ibrahim sangat terkejut mendengar berita ini, karena disana terdapat
putera saudaranya, yaitu Luth. Namun para malaikat itu mengatakan, "Kami
tahu bahwa di sana terdapat Luth, dan bahwa kebinasaan tidak terjadi
kecuali atas orang-orang kafir yang tidak beriman kepada Allah. Adapun
Luth dan keluarganya serta para pengikutnya, mereka itu pasti akan
selamat, kecuali istrinya yang akan ditimpa siksaan seperti orang-orang
kafir, dan kedudukannya sebagai istri Luth tidak bisa menyelamatkannya,
karena buruk perbuatannya disamping ia mengkhianati suaminya serta terus
membangkang dan berada dalam kekafiran".
Kisah kedatangan para malaikat kepada Ibrahim AS ini terdapat dalam Al-Qur'an surat Al-Ankabût: 30-32.
Malaikat bertamu ke rumah Luth
Para malaikat itu meninggalkan Ibrahim dan pergi ke kota Sadum. Mereka
datang ke rumah Luth yang tidak mengetahui siapa sebenarnya para tamunya
yang berwajah tampan itu. Hati Luth sangat cemas, karena ia khawatir
tamu-tamunya itu akan diperkosa oleh kaumnya.
Tersebar berita di antara kaum Luth tentang kedatangan tamu-tamu yang
tampan di rumah Luth, maka segeralah mereka datang ke sana dengan maksud
berbuat maksiat.
Untuk melindungi para tamunya, Luth AS berusaha membujuk mereka dengan
menawarkan putri-putrinya untuk dinikahi dengan syarat mereka tidak
mengganggu tamu-tamunya. Namun kaum Luth tetap bersikeras melaksanakan
niat mereka.
Ketika mereka tetap pada pendiriannya, maka malaikat-malaikat itu
membutakan mata mereka hingga gagallah upaya mereka dalam keadaan
terhina. Para malaikat itu pun akhirnya mengungkapkan kepada Luth
tentang siapa mereka sebenarnya dan memberitahunya bahwa mereka datang
untuk membinasakan kaumnya setelah membutakan mata mereka hingga mereka
tak dapat menyelamatkan diri.
Adapun untuk Luth AS dan pengikutnya, para malaikat memerintahkan mereka
untuk meninggalkan desanya di malam hari, karena azab Allah akan
diturunkan di waktu subuh. Dan janganlah seorang pun di antara mereka
menoleh ke belakang agar tidak melihat siksaan yang akan terjadi.
Kisah kedatangan para malaikat ke rumah Luth dan perbuatan kaum Luth
diceritakan dalam Al-Qur'an surat Hûd: 77-81, Al-Ankabût: 33-34, dan
Al-Qamar: 37.
Azab Allah terhadap kaum Luth AS
Di waktu subuh, turunlah azab yang amat dahsyat berupa bencana alam yang
sangat mengerikan. Tanah desa tempat tinggal kaum Luth menjadi rendah
dan turunlah hujan batu dari tanah keras menimpa mereka secara
berturut-turut hingga mereka binasa. Hanya Nabi Luth AS dan kedua
putrinya, serta para pengikutnya yang beriman, yang selamat dari bencana
tsb.
Siksa Allah telah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim dan fasik.
Kisah azab terhadap kaum Nabi Luth AS terdapat dalam surat Al Anbiyâ: 74-75, Hûd: 82-83, dan Al-Qamar: 33-38.
Daerah yang ditimpa siksaan atas kaum Nabi Luth AS adalah daerah yang kita kenal sekarang sebagai Laut Mati atau Danau Luth.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar