Kisah Nabi Saleh AS beserta Mukjizat nya
5. Saleh AS
Nabi Saleh AS, menurut silsilah, beliau adalah putra dari 'Ubaidah bin
Tsamud bin 'Amir bin Iram bin Sam bin Nuh AS. Ia diutus ke tengah-tengah
bangsa Tsamud yang hidup di bekas reruntuhan kaum Aad. Bangsa Tsamud
ternyata lebih pandai daripada kaum Aad. Setelah kaum Aad binasa, negeri
mereka menjadi tandus dan kering. Kemudian negeri ini dibangun kembali
oleh kaum Tsamud, sehingga bagai disulap menjadi negeri yang hijau dan
makmur.
Akan tetapi seperti kaum pendahulunya, kaum Tsamud pun menjadi sombong
dan lupa diri. Hukum rimba berlaku lagi, mereka yang kuat menekan mereka
yang lemah. Mereka pun tidak mau mendengarkan dakwah Nabi Saleh AS.
Mukjizat Nabi Saleh AS
Kaum Tsamud menantang Nabi Saleh AS menunjukkan mukjizat yang
dikaruniakan Tuhan kepadanya. Menghadapi tuntutan yang demikian, tak ada
jalan lain bagi Nabi Saleh kecuali memohon kepada Allah SWT agar
memberikan mukjizat kepadanya. Allah mengabulkan doanya. Nabi Saleh AS
kemudian mengajak kaumnya pergi ke kaki gunung. Orang-orang itu
mengikuti ajakan Nabi Saleh, tapi sebenarnya bukan karena mereka
mempercayai Nabi Saleh, melainkan karena mereka berharap agar Nabi Saleh
tak dapat mengeluarkan mukjizat, dengan demikian mereka dapat
mengolok-olok dan menghina Nabi Saleh.
Tetapi betapa terkejutnya orang-orang kafir itu. Tak lama setelah mereka
berkumpul di kaki gunung, muncullah seekor unta betina dari perut
sebuah batu karang besar. Unta itu besar dan gemuk, belum pernah mereka
melihat unta sebagus itu.
Nabi Saleh kemudian berpesan pada kaumnya, "Inilah unta mukjizat dari
Tuhanku. Unta ini boleh kalian peras susunya setiap hari. Susunya tidak
akan habis-habis. Tetapi perhatikan pesanku, unta ini harus dibiarkan
berkeliaran bebas, tak seorang pun boleh mengganggunya. Unta ini berhak
meminum air di sumur, bergantian dengan penduduk. Jika hari ini unta ini
minum, maka tak seorang pun dari penduduk boleh mengambil air sumur.
Sebaliknya esok harinya, para penduduk boleh mengambil air sumur dan
unta ini tidak minum air itu sedikit pun juga."
Kedurhakaan kaum Tsamud
Tetapi rupanya keberadaan unta yang membawa berkah air susu ini membuat
orang-orang kafir menjadi iri kepada Nabi Saleh. Mereka lalu mengadakan
sayembara, siapa yang berani membunuh unta Nabi Saleh akan mendapatkan
hadiah berupa gadis cantik. Tersebutlah dua orang pemuda yang nekad
mengikuti sayembara ini. Mereka sudah sepakat akan menikmati hadiah
gadis cantik itu bersama-sama. Sungguh mesum niat kedua pemuda ini.
Demikianlah ketika unta itu baru saja minum di salah satu sumur
penduduk, salah seorang dari pemuda itu melepaskan anak panah, tepat
mengenai kaki unta. Unta itu berlari kesakitan, namun pemuda yang
seorang lagi yang sudah siap dengan golok di tangan segera menghabisi
unta itu. Mereka berhasil membunuh unta itu, dan memperoleh hadiah yang
sudah dijanjikan.
Setelah unta itu mati, orang-orang kafir merasa lega. Mereka dengan
berani menantang Nabi Saleh, "Hai Saleh, unta yang kau banggakan itu
sekarang sudah kami bunuh. Kenapa tidak ada balasan siksa bagi kami?
Kalau kau memang utusan Allah, tentunya kau dapat mendatangkan siksa
yang kau ancamkan kepada kami!"
Berkata Nabi Saleh, "Kalian benar-benar telah berbuat dosa. Sekarang
kalian boleh bersenang-senang selama 3 hari. Sesudah lewat 3 hari, maka
datanglah ancaman yang dijanjikan Allah kepadamu."
Waktu 3 hari itu sebenarnya adalah kesempatan bagi bangsa Tsamud untuk
bertobat, tetapi mereka malah mengejek Nabi Saleh dan menganggapnya
hanya membual. Belum sampai 3 hari mereka datang lagi kepada Nabi Saleh
dan berkata, "Hai Saleh, kenapa tidak kau percepat datangnya siksa itu
kepada kami?"
Nabi Saleh menjawab, "Wahai kaumku, mengapa kalian meminta disegerakan
datangnya siksa? Bukan malah meminta kebaikan? Mengapa kalian tidak
meminta ampun kepada Allah, semoha kalian diberi ampun."
Azab bagi kesombongan Kaum Tsamud
Diam-diam orang-orang kafir itu merasa takut. Bukankah ucapan Nabi Saleh
selalu terbukti kebenarannya? Bagaimana kalau siksa itu benar-benar
datang kepada mereka?
Maka untuk mencegah datangnya siksa itu, sehari sebelum waktu yang
dijanjikan, mereka mengadakan rapat gelap. Mereka bermaksud membunuh
Nabi Saleh agar siksa itu tak jadi diturunkan. Sungguh bodoh akal mereka
dan sungguh keji tindakan mereka. Apakah mereka mengira siksaan Allah
dapat dibatalkan hanya karena mereka membunuh utusan-Nya?
Maha Suci Allah yang Maha Pengasih, Dia melindungi hamba-Nya, Nabi Saleh
AS. Beliau selamat dari rencana pembunuhan yang keji itu. Sedang untuk
kaum Tsamu sendiri, akibat kedurhakaan mereka, Allah SWT menurunkan azab
yang sangat mengerikan. Bangsa Tsamud disambar petir yang meledak dan
menggelegar membelah angkasa. Bumi juga ikut murka atas kesombongan
bangsa yang ingkar itu. Gempa yang dahsyat telah menghancurkan dan
memporak-porandakan tempat tinggal mereka yang megah dan besar. Sebelum
azab diturunkan, atas kuasa Allah Nabi Saleh AS dan keluarnya mengungsi
ke Ramlah, sebuah tempat di Palestina.
Kisah Nabi Saleh AS termuat di Al Qur'an dalam 73 ayat yang tersebar di
11 surat, diantaranya surat Al-A'râf: 73-79, Hûd: 61-68, dan Al-Qamar:
23-32.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar