Kisah Nabi Sulaiman AS beserta Mukjizat nya
18. Sulaiman AS
Nabi Sulaiman AS adalah putra Nabi Daud AS. Setelah Nabi Daud AS wafat,
Nabi Sulaiman AS menggantikannya sebagai Raja. Mukjizatnya yang paling
terkenal adalah ia diberi keistimewaan oleh Allah SWT dapat memerintah
bukan hanya kepada manusia, melainkan juga kepada hewan, angin, dan jin.
Nabi Sulaiman dapat menjadikan angin bertiup atas perintahnya ke tempat
yang ia kehendaki. Allah pun menundukkan syaitan-syaitan untuk melayani
Sulaiman. Di antara mereka ada yang bisa membangun istana dan
benteng-benteng, ada yang bertugas menyelam di laut untuk mengeluarkan
mutiara dan batu-batu mulia, sebagaimana Allah memberi kekuasaan pada
Sulaiman atas syaitan-syaitan yang kafir sehingga ia mampu mengikat
mereka untuk mencegah kejahatan mereka. Allah SWT juga memberinya
mukjizat berupa kemampuan mengerti bahasa binatang.
Kearifan Nabi Sulaiman AS sebagai hakim
Pada suatu malam, sekelompok kambing memasuki kebun seseorang tanpa
sepengetahuan penggembalanya, hingga rusaklah tanaman di kebun itu. Maka
pemilik kebun kemudian datang mengadu kepada hakim Daud AS. "Wahai Nabi
Allah, sesungguhnya kami telah membajak tanah kami dan menanaminya
serta memeliharanya. Tapi ketika tiba waktu panen, datanglah kambing
orang-orang ini pada suatu malam dan memakan tanaman di kebun kami
hingga habis seluruhnya."
"Benarkah apa yang dikatakan oleh mereka ini?" tanya Daud.
"Ya," jawab mereka.
Kemudian Daud bertanya tentang harga tanaman dari orang yang satu dan
harga kambing dari orang yang lain. Ketika mengetahui harga keduanya
hampir sama, maka ia pun berkata kepada pemilik kambing, "Berikanlah
kambingmu kepada pemilik tanaman sebagai ganti rugi bagi mereka atas
binasanya tanaman mereka."
Namun putranya Sulaiman yang hadir menyaksikan pengadilan ini memberikan
usul lain, "Saya mempunyai pendapat yang berbeda dalam perkara ini.
Menurut saya, pemilik kambing sebaiknya memberikan kambing mereka kepada
pemilik tanaman, dan mengambil manfaatnya berupa bulu wol, susu, dan
anak-anak kambing tsb. Sedangkan ia sendiri mengambil alih tanaman yang
telah rusak itu, menanaminya kembali dan mengairi serta memeliharanya
hingga tumbuh tanamannya. Apabila telah tiba waktu panen, mereka harus
menyerahkan hasil tanaman itu kepada pemiliknya, dan menerima kembali
kambing mereka. Dengan demikian semua pihak akan mendapatkan keuntungan
dan manfaat."
Luar biasa bijaksana dan arifnya Nabi Sulaiman ini dalam memberikan
keputusan. Semua pihak pun langsung menyetujui usulnya yang hebat itu.
Berkatalah Daud pada putranya, "Engkau telah memutuskan hukum dengan
tepat, anakku." Dan ia pun berfatwa seperti apa yang diputuskan oleh
Sulaiman.
Kisah ini diceritakan dalam Al-Qur'an surat Al-Anbiyâ': 78-79.
Kisah Nabi Sulaiman AS dan Ratu Bilqis
Pada suatu hari, Nabi Sulaiman mengadakan apel besar bagi seluruh bala
tentaranya, baik dari golongan manusia, jin, syetan, dan binatang, semua
diperintahkan untuk berkumpul menghadap Nabi Sulaiman AS. Semua sudah
hadir kecuali seekor burung bernama Hudhud.
"Mengapa burung Hudhud belum datang?" tanya Nabi Sulaiman. "Sesungguhnya
jika ia tidak bisa memberi alasan yang jelas atas keterlambatannya,
sebagai hukuman aku akan menyembelihnya."
Tak berapa lama kemudian burung itu datang dan bersujud di hadapan nabi
Sulaiman. Hampir saja burung itu terkena hukuman kalau tidak segera
mengajukan alasa kenapa ia terlambat datang.
"Ampunilah hamba Tuanku, hamba memang telah terlambat. Tetapi hamba
membawa kabar yang sangat penting. Di negeri Saba hiduplah seorang Ratu
yang bernama Ratu Bilqis. Ia mempunyai singgasana yang agung.
Kerajaannya luas dan rakyatnya hidup dengan makmur. Namun sayang mereka
tidak menyembah Allah. Mereka disesatkan oleh iblis sehingga menyembah
matahari."
Menjawablah Nabi Sulaiman, "Aku percaya dengan berita yang kaubawa itu.
Tetapi aku akan menyelidiki dulu kebenaran beritamu. Bawalah suratku
untuk Ratu Bilqis. Kalau sudah diterimanya nanti, sembunyilah kau di
celah-celah jendela, dan dengarkanlah apa yang akan dilakukannya."
Maka terbanglah burung Hudhud ke negeri Saba yang terletak di kota
Yaman. Ia menyerahkan surat Nabi Sulaiman kepada Ratu Bilqis. Kemudian
sesuai perintah, ia bersembunyi di balik celah jendela. Ratu Bilqis
membaca surat itu, isinya kurang lebih seperti ini:
Surat ini datang dari Sulaiman. Dengan menyebut nama Allah yang Maha
Pemurah lagi Maha Penyayang. Janganlah kamu berlaku sombong terhadapku
dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri."
Setelah membaca surat itu, Ratu Bilqis memanggil seluruh abdi dan
penasihatnya untuk bermusyawarah. Ratu Bilqis tidak ingin terjadi
peperangan yang hanya merusak keindahan istana dan merugikan rakyat.
Maka sebagai hasil dari musyawarah itu, diputuskan bahwa ia hanya akan
mengirimkan hadian kepada Sulaiman melalui utusannya. Jika Sulaiman
menerima hadiahnya, tahulah ia bahwa Sulaiman hanyalah seorang raja yang
senang menerima hadiah. Tetapi jika ia seorang nabi, ia hanya ingin
agar mereka mengikuti agamanya.
Berangkatlah utusan Ratu Bilqis ke Palestina dengan membawa berbagai
hadiah yang indah-indah dan mahal-mahal. Ketika mereka sampai di istana
Nabi Sulaiman, mereka sangat tercengang. Kerajaan Saba tidak ada
apa-apanya dibandingkan dengan keindahan dan kemegahan kerajaan
Sulaiman.
Ketika para utusan itu hendak menyerahkan hadiah mereka, dengan tegas
Nabi Sulaiman menolak hadiah-hadiah itu karena ia memiliki harta benda
yang jauh lebih baik daripada hadiah yang diberikan oleh Ratu Bilqis.
Kepada para utusan tsb, ia meminta kedatangan Ratu Bilqis agar Ratu itu
memeluk agama Islam dan meninggalkan penyembahan terhadap matahari. Jika
menurut, maka kerajaan Saba akan selamat, jika membangkang maka Nabi
Sulaiman akan mengerahkan bala tentaranya yang tidak mungkin akan
dilawan oleh Ratu Bilqis.
Para utusan itu segera kembali ke Negeri Saba. Mereka melaporkan segala
apa yang dilihatnya tentang Sulaiman dan kerajaannya yang jauh lebih
besar, megah, dan kuat dibanding negeri Saba. Akhirnya diputuskanlah
bahwa Ratu Bilqis akan datang memenuhi permintaan Nabi Sulaiman AS.
Sulaiman mengetahui perjalanan Bilqis menuju ke negerinya, maka ia pun
bermaksud menunjukkan suatu mukjizat kepadanya sebagai bukti atas
kenabiannya. Sulaiman bertanya kepada jin yang ada di dekatnya,
"Siapakah yang sanggup mendatangkan singgasana Bilqis kepadaku untuk
melihat kekuasan Allah berlangsung di hadapan mereka?"
Jin Ifrit berkata, "Aku sanggup membawanya kepadamu sebelum engkau berdiri dari tempat dudukmu."
Akan tetapi ada seorang anak buah Sulaiman lainnya yang bernama Ashif
bin Barkiya yang memiliki ilmu dari kitab-kitab Samawi berkata, "Aku
sanggup mendatangkannya lebih cepat dari kejapan mata."
Maka tiba-tiba saja singgasana itu pun telah ada di hadapan Nabi Sulaiman AS.
Sementara itu dengan diiringi ribuan prajurit, Ratu Bilqis penguasa Saba
datang menemui Nabi Sulaiman di Palestina. Ia benar-benar tercengang
menyaksikan keindahan dan kemegahan kerajaan Nabi Sulaiman. Ratu Bilqis
merasa malu mengingat betapa dulu ia telah mengirimkan hadiah kepada
Nabi Sulaiman untuk melunakkan hatinya agar Nabi Sulaiman tidak
menyerang Negeri Saba.
Ketika ia masuk ke istana Nabi Sulaiman, Nabi Sulaiman bertanya, "Apakah singgasana ini serupa dengan singgasana kerajaanmu?".
"Ya, sepertinya memang milikku," kata Ratu Bilqis seraya memeriksa
singgasana itu. Setelah memeriksanya, akhirnya ia yakin bahwa itu memang
singgasananya. Maka berkatalah ia kepada Sulaiman, "Sesungguhnya aku
telah mengetahui kekuasaan Allah dan kebenaran kenabianmu sebelum ini,
yaitu tatkala datang burung Hudhud membawa surat darimu. Namun yang
menghalangi-halangi kami untuk menyatakan keimanan kami adalah karena
kami hidup di tengah-tengah kaum yang sudah mendalam kekufurannya.
Itulah yang membuat kami menyembunyikan keimanan kami hingga saat ini
kami datang menghadapmu."
Nabi Sulaiman tersenyum lalu mempersilakan Ratu Bilqis memasuki
istananya. Lantai di istana itu terbuat dari kaca tipis yang di bawahnya
dialiri air. Ratu Bilqis mengira itu benar-benar aliran air sungai,
karenanya ia menyingkapkan sedikit kainnya hingga nampaklah betisnya.
Nabi Sulaiman segera memberitahu bahwa lantai itu terbuat dari kaca
putih yang tipis. Ratu Bilqis tersipu malu. Serta merta ia bersujud dan
menyatakan keimanannya kepada Allah SWT.
"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku, dan
aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan Semesta Alam."
Wafatnya Nabi Sulaiman AS
Hampir tak seorang pun mengetahui saat kematian Nabi Sulaiman, baik dari
golongan jin maupun manusia. Kematian Nabi Sulaiman AS baru diketahui
setelah tongkat yang digunakannya bersandar rapuh dimakan rayap dan
beliau jatuh tersungkur ke lantai.
Doa Nabi Sulaiman telah dikabulkan Allah, yaitu tidak ada seorang pun
yang memiliki kerajaan besar dan kaya raya seperti kerajaannya. Namun
meskipun kaya raya dan berkuasa, Nabi Sulaiman tetap patuh dan tunduk
pada perintah Allah SWT.
Kisah Nabi Sulaiman AS terdapat dalam Al-Quran surat An-Naml: 15-44, dan Saba': 12-14.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar