Kisah Nabi Ya'qub AS beserta Mukjizat nya
10. Ya'qub AS
Sebagaimana disebutkan sebelumnya, Nabi Ya'qub AS adalah putra Nabi
Ishaq AS, dan ia memiliki saudara kembar bernama Aish. Ayahnya lebih
menyayangi Aish saudaranya karena ia lahir lebih dulu, sedang ibunya
lebih menyayanginya karena ia lebih kecil.
Ketika usianya sudah sangat lanjut, Nabi Ishaq tak dapat melihat lagi.
Ia sering dilayani oleh Aish yang pandai berburu dan sering mendapatkan
kijang. Sedang Ya'qub sangat pendiam dan lebih senang berada di rumah
mempelajari ilmu-ilmu agama.
Perselisihan Ya'qub AS dengan saudaranya
Suatu hari, Ishaq menginginkan suatu makanan, ia meminta Aish untuk
mengambilkannya. Namun atas suruhan ibunya, Ya'qublah yang lebih dulu
mengambilkan makanan itu untuknya. Setelah Ya'qub melayaninya, Ishaq
lalu mendoakannya, "Mudah-mudahan engkau menurunkan nabi-nabi dan
raja-raja."
Doa nabi adalah doa yang mustajab, dan memang kita ketahui dalam sejarah
bahwa keturunan Ya'qub kelak akan melahirkan banyak para nabi dan raja.
Aish yang mengetahui bahwa saudaranya telah mendapat doa yang baik dari
ayahnya menjadi iri. Ia pun marah dan bahkan mengancam akan membunuh
Ya'qub supaya keturunannya tidak ada yang menjadi nabi dan raja.
Mengetahui hal ini, Rafqah kemudian menyuruh Ya'qub agar mengungsi ke tempat pamannya, Laban bin Batwil, di kota Harran, Irak.
Dalam perjalanan ke rumah pamannya, Ya'qub tidak berani berjalan di
siang hari karena takut akan ditemukan dan disiksa oleh saudaranya. Ia
hanya berani berjalan di malam hari, sedang bila tiba waktu siang ia
beristirahat. Oleh sebab itulah ia juga dikenal dengan nama Israil, yang
artinya berjalan di malan hari. Kelak keturunannya pun dikenal dengan
nama Bani Israil.
Keturunan Ya'qub AS
Laban memiliki dua orang puteri, yang pertama bernama Leah, dan yang
kedua bernama Rahel. Sebenarnya Ya'qub ingin menikah dengan Rahel,
karena ia lebih cantik. Akan tetapi Laban mengatakan bahwa bukanlah
kebiasaan mereka menikahkan yang kecil sebelum yang besar. Jika Ya'qub
ingin menikahi Rahel maka ia harus menikahi Leah lebih dahulu, kemudian
bekerja selama 7 tahun kepada Laban agar dapat meminang Rahel.
Saat itu hukum menikahi dua gadis sekandung diperbolehkan.
Kepada masing-masing puterinya, Laban memberi seorang sahaya perempuan.
Kepada Leah ia memberikan sahaya perempuan bernama Zulfa, dan kepada
Rahel ia memberikan sahaya perempuan bernama Balhah. Leah dan Rahel
kemudian memberikan sahaya mereka untuk diperistri pula oleh Ya'qub,
sehingga istri Ya'qub menjadi 4 orang.
Dari keempat istrinya ini Ya'qub AS memperoleh 12 orang anak lelaki.
Dari istrinya Leah, ia dikaruniai Ruben, Syam'un, Lewi, Yahuda, Yasakir, dan Zabulon.
Dari istrinya Rahel, ia dikaruniai Yusuf dan Bunyamin.
Dari istrinya Balhah, ia dikaruniai Daan dan Naftali.
Dari istrinya Zulfa, ia dikarunian Jaad dan Asyir.
Putra-putra Ya'qub inilah yang merupakan cikal bakal lahirnya Bani
Israil. Mereka dan keturunannya disebut sebagai Al-Asbath, yang berarti
cucu-cucu.
Sibith dalam bangsa Yahudi adalah seperti suku dalam bangsa Arab, dan
mereka yang berada dalam satu sibith berasal dari satu bapak.
Masing-masing anak Ya'qub kemudian menjadi bapak bagi sibith Bani
Israil. Maka seluruh Bani Israil berasal dari putra-putra Ya'qub yang
berjumlah 12 orang.
Dalam sibith-sibith ini kelak diturunkan para nabi, antara lain:
Sibith Lewi, di kalangan mereka terdapat Nabi Musa, Harun, Ilyas, dan Ilyasa.
Sibith Yahuda, di kalangan mereka terdapat Nabi Daud, Sulaiman, Zakaria, Yahya, Isa.
Sibith Bunyamin, di kalangan mereka terdapat Nabi Yunus.
Setelah lewat 20 tahun Ya'qub tinggal bersama pamannya, ia pun meminta
izin untuk kembali kepada keluarganya di Kana'an. Saat ia hampir tiba di
Kana'an, ia mengetahui bahwa Aish saudaranya telah bersiap menemuinya
dengan 400 orang, sehingga Ya'qub merasa takut dan mendoakannya serta
menyiapkan hadiah besar bagi saudaranya itu yang dikirimkan melalui
orang-orang utusannya.
Lunaklah hati Aish mendapat hadiah pemberian saudaranya. Kemudian
ditinggalkannya negeri Kana'an bagi saudaranya lalu ia pergi ke Gunung
Sa'ir.
Sedangkan Ya'qub, ia pergi kepada ayahnya Ishaq dan tinggal bersamanya di kota Hebron yang dikenal dengan nama Al-Khalil.
Dalam Al Qur'an, kisah Nabi Ya'qub AS secara tersendiri tidak ditemui,
namun namanya disebut dalam kaitannya dengan nabi-nabi lain, diantaranya
Nabi Ibrahim AS (kakeknya), dan Nabi Yusuf AS (putranya).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar