Kisah Nabi Yahya AS beserta Mukjizat nya
23. Yahya AS
Nabi Yahya AS adalah putra tunggal Nabi Zakaria AS. Meskipun ia
dilahirkan oleh pasangan yang sudah sangat tua, namun ia tetap tumbuh
sebagai manusia yang normal dan sehat. Kisah kelahiran Nabi Yahya AS
terdapat dalam surat Ali-'Imrân: 38-41.
Oleh kaumnya, Nabi Yahya AS dikenal sebagai orang alim, menguasai
soal-soal keagamaan, dan hapal kitab Taurat, dan menjadi hakim dalam
hukum agama. Dalam usahanya menegakkan kebenaran, Yahya dikenal sangat
berani.
Pada masa itu, Hirodus, penguasa Palestina, merencanakan menikah dengan
kemenakannya sendiri, Hirodia. Hirodia sendiri merasa senang jika
diperistri oleh seorang raja. Ia adalah seorang gadis yang haus kekuasan
dan harta.
Yahya melarang pernikahan ini karena bertentangan dengan syariat kitab
Taurat dan Zabur. Seluruh istana pun gempar, mereka setuju dengan
pendapat Yahya. Raja menjadi malu dan murka. Ia dan Hirodia berusaha
mencari jalan untuk membungkam mulut Yahya, bahkan bila perlu
membunuhnya.
Maka suatu hari, dengan berdandan cantik Hirodia datang menemui Yahya di
rumahnya. Ia mencoba merayu Yahya untuk melakukan perbuatan mesum. Ia
berharap sesudah melakukan perbuatan nista itu Yahya akan menjadi
penurut dan tidak lagi menentang pernikahannya dengan Raja Hirodus.
Tentu saja rayuan ini ditolak dengan tegas oleh Yahya. Pemuda itu tidak
tergoda sedikit pun, bahkan sebaliknya ia merasa jijik dengan sikap
Hirodia yang sangat tidak bermoral itu. Ia mengusir Hirodia dengan suara
sangat keras seolah menggelegar di telinga Hirodia. Hirodia merasa malu
dan terhina sekali, karenanya ia merasa dendam dan sangat membenci
Yahya.
Ia lalu memfitnah Yahya dengan mengadu kepada Hirodus bahwa Yahya telah
mencoba memperkosanya. Tentu saja fitnahan Hirodia ini membakar
kemarahan Raja Hirodus. Ia mengutus bala tentaranya untuk memenggal
kepala Yahya. Para tentara itu sebenarnya keberatan, namun jika menolak
mereka diancam dengan hukuman yang sangat berat. Maka dengan segala cara
mereka berusaha menangkap Yahya, membawanya ke penjara dan memenggal
kepalanya disana.
Nabi Yahya AS dikenal sebagai seorang pembabtis, yaitu memandikan
orang-orang berdosa yang bertaubat di tepi sungai Yordan. Pemandian itu
bukan berarti mensucikan dosa, melainkan hanya sebagai tanda bahwa orang
yang dimandikan telah bertaubat. Jadi taubatnya inilah yang insya Allah
akan mensucikan dosanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar