Kisah Nabi Isa AS beserta Mukjizat nya
24. Isa AS
Kelahiran Isa yang aneh
Di antara kekuasaan Allah adalah menciptakan Adam tanpa ayah dan ibu,
menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam, serta menciptakan Isa tanpa
ayah.
Ya, Nabi Isa AS adalah putra Maryam binti Imran yang dilahirkan tanpa
ayah, karena Maryam hamil tanpa berhubungan dengan laki-laki.
Maryam adalah wanita salehah yang sehari-hari beribadah kepada Allah SWT
di mihrabnya di Baitulmakdis. Suatu ketika ia didatangi malaikat yang
memberitahukan bahwa ia mengandung atas seizin Allah SWT. Maryam merasa
sangat sedih dan cemas karena khawatir namanya akan tercemar. Menjelang
kelahiran bayinya, ia segera meninggalkan daerah tempat tinggalnya. Di
bawah sebatang pohon kurma, jauh dari tempat asalnya, Maryam melahirkan.
Peristiwa aneh ini akhirnya diketahui juga oleh penduduk. Mereka menuduh
Maryam berbuat zina, namun keajaiban terjadi, bayi yang baru dilahirkan
itu menyelamatkan ibunya dengan ucapan yang fasih bahwa ibunya tidak
melakukan kesalahan dan semua ini terjadi semata-mata kehendak Allah
SWT. Bayi Maryam inilah yang kelak menjadi Nabi Isa AS.
Kisah kelahiran Nabi Isa AS terdapat dalam surat Ãli-'Imrân: 45-48, dan
59, surat Maryam: 16-35, Al-Anbiyâ: 91, dan At-Tahrîm: 12.
Mukjizat Nabi Isa AS
Sejak kecil, Isa telah menunjukkan perilaku yang berbeda dibanding
anak-anak sebayanya. Ia sangat haus ilmu pengetahuan. Sejak usia 12
tahun ia telah menghabiskan seluruh waktunya untuk menuntut ilmu dan
menghadiri pertemuan serta diskusi para ulama di Baitulmakdis.
Nabi Isa AS, yang dalam agama Nasrani dikenal dengan nama Yesus Kristus,
menerima tugas kenabian pada usia 30 tahun di Bukit Zaitun. Ia segera
memproklamasikan kerasulannya pada Bani Israil. Saat itu kehidupan
keagamaan Bani Israil sudah jauh menyimpang dari ajaran Nabi Musa AS.
Bahkan sebagian dari mereka telah murtad.
Para pemuka Bani Israil menuntut Isa membuktikan kenabiannya. Allah SWT
memberikan banyak mukjizat bagi Isa, diantaranya ia dapat menghidupkan
orang mati, menyembuhkan sejumlah penyakit, menyembuhkan mata orang yang
buta sejak lahir, membuat burung hidup dari tanah liat, dan
memberitahukan kepada orang-orang tentang apa yang mereka makan dan
mereka simpan di rumah-rumah mereka.
Mukjizatnya ini ditunjukkan pada Bani Israil, dan dalam waktu relatif singkat, Nabi Isa AS berhasil memperoleh banyak pengikut.
Selain mukjizat-mukjizat tsb, Allah SWT juga menganugerahi kitab Injil.
Sejumlah keistimewaan Nabi Isa AS dikisahkan dalam Al Qur'an surat Ãli-'Imrân: 49-50 dan Al-Mâ'idah: 110.
Kabar tentang akan datangnya Nabi Akhir Zaman
Di antara tugas Nabi Isa AS adalah memberitahukan tentang akan datangnya
utusan Allah di akhir zaman yang bernama Ahmad, sebagaimana diterangkan
dalam Al-Qur'an surat Ash-Shâf: 6.
Dan (ingatlah) ketika 'Isa putera Maryam berkata: Hai Bani Israil,
sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang
turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan
(datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad
(Muhammad). Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa
bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: Ini adalah sihir yang nyata.
(QS. 61:6)
Isa menyebut nama Muhammad dengan perkataan Paraclet yang berasal dari
kata Piracletus dalam bahasa Yunani. Kata ini memang terdapat dalam
Injil bahasa Yunani. Dalam bahasa Yunani, Piracletus artinya yang
terpuji. Arti ini sama dengan kata bahasa Arab Ahmad (=terpuji) atau
Muhammad (=orang yang terpuji).
Pengangkatan Isa ke sisi Allah SWT
Nabi Isa AS diutus oleh Allah kepada Bani Israil untuk meluruskan akhlak
kaum Bani Israil yang telah menyimpang dari ajaran Taurat dan Zabur
yang dibawa oleh Nabi Musa AS dan Nabi Daud AS. Dalam berdakwah, Nabi
Isa AS didampingi para sahabatnya yang disebut al-Hawâriyyûn, yang
jumlahnya 12 orang, sesuai dengan jumlah suku (sibith) Bani Israil,
sehingga masing-masing hawari ini ditugaskan untuk menyampaikan risalah
Injil bagi masing-masing suku Bani Israil.
Nama-nama ke-12 hawari itu menurut Injil adalah sebagai berikut:
Simon bin Yunus (alias Petrus)
Andreas bin Yunus
Yakub bin Zabdi
Yahya bin Zabdi (alias Yohannes)
Pilipus
Natanael (alias Bartolomius)
Thomas
Matius bin Alpius (alias Lewi, pemungut cukai dari Kapernaum)
Yakub bin Alpius
Lebeus (alias Tadius)
Simon Zelotes (dari Kanani)
Yudas Iskariot
Kisah para sahabat Nabi Isa AS ini terdapat dalam surat Al-Mâ'idah:
111-115 dan surat Ãli-'Imrân: 52. Dalam surat tsb diceritakan bahwa
al-Hawâriyyûn meminta Nabi Isa AS menurunkan makanan dari langit. Nama
surat Al-Maidah yang berarti makanan diambil karena mengandung kisah
ini. Kejadian turunnya makanan dari langit ini makin menambah ketebalan
iman para pengikut Isa AS.
Karena makin lama pengikut Isa AS semakin banyak, para pemuka Yahudi
makin kehilangan pengaruh. Mereka lalu membuat sejumlah tuduhan palsu
terhadap Isa yang mengakibatkan pihak penguasa Romawi memutuskan untuk
menangkap Isa. Allah SWT yang melindungi rasul-Nya menyelamatkan Isa
dengan mengangkatnya ke sisi-Nya. Sementara itu, Yudas, murid Isa AS
yang munafik dan berkhianat dengan menunjukkan tempat persembunyian Nabi
Isa AS kepada musuh yang mengejarnya, wajahnya dibuat oleh Allah SWT
menjadi serupa dengan Isa AS, sehingga dialah yang kemudian diambil
pasukan raja dan disalib di tiang kayu.
Kisah ini terdapat dalam surat Ãli-'Imrân: 55 dan An-Nisâ: 157-158.
Menurut riwayat, 6 tahun setelah pengangkatan Nabi Isa AS, Maryam wafat
dan dimakamkan di sebuah gereja di Baitulmakdis. Sementara itu para
al-Hawâriyyûn yang selamat dari pengejaran berdakwah menyebarkan ajaran
Nabi Isa AS secara sembunyi-sembunyi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar